jump to navigation

Speedometer Grand Livina 18 March 2010

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , , , ,
6 comments

Dari laporan beberapa orang, dikatakan bahwa speedometer grand livina agak kurang akurat. nah untuk membuktikannya, gue pengen coba tes pake gps, antara grand livina dengan honda jazz gd3 yang selama ini selalu cocok kecepatan antara speedometer dengan speed di gps. kedua mobil sama2 make ban standar pabrik. memang akurasi dari GPS nggak 100% akurat. tapi tetap bisa dipercaya dan bisalah dipakai sebagai acuan ๐Ÿ™‚ . pengujiannya dilakukan dari mulai 0 km/h sampai 120 km/h. dan data diambil setelah kondisi steady sekitar 5 detik untuk setiap kecepatan. berikut hasil screenshotnya:

Jazz GD3, jarum speedo agak tergeser sedikit karena kesalahan paralaks sudut penglihatan. untuk lebih akurat, lihat bayangan jarum speedo pada speedometer. (klik gambar untuk memperbesar):

@ ~20 km/h

@ ~50 km/h

@ ~60 km/h

@ ~80km/h

@ ~90 km/h

@ ~100 km/h

@ ~120 km/h

ini pada speedometer Grand Livina:

@ 0 km/h

@ ~20 km/h

@ ~50 km/h

@ ~85 km/h

@ ~100 km/h

@ ~110 km/h

@ ~ 120 km/h

@ ~125 km/h

hasilnya.. bisa diliat. speedo livina mulai kurang akurat di 80 km/h keatas, dimana bacaannya lebih cepat dibanding gps. mungkin ya maksudnya baik, biar ga pada ngebut2 :p.

kekurangannya kalo sering jalan diatas 80km/h, odometer akan berputar lebih cepat dari semestinya, brati servicenya akan lebih cepat juga. tapi gak banyaklah.

tapi dari mesinnya sendiri, di tol dalam kota emang enak dibawa ngebutย  koq, apalagi mulai kickdownnya dari kecepatan rendah (punya gw matic, belum pernah coba yang manual ๐Ÿ™‚ ).

Advertisements

Aktifin lampu rem bawah si ipin 19 January 2010

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , , , ,
5 comments

fig 1 socket dua kaki (lampu rem + lampu kecil) yang akan dipasang

salah satu hal yg bisa dilakukan lagi pada buntut ipin adalah mengaktifkan lampu rem baris yg bawah. pilihannya bisa cuma lampu rem aja atau sekalian lampu kecil. step2nya agak lumayan repot juga.bahan2 yg diperlukan yaitu:

1. socket lampu {yg satu lampu atau dua [maksudnya dua kaki (fig 1)]}

2. cutter

3. bor

4. mata bor 6mm

5. hole saw 1″ (recommended)

6. kikir kecil

7. solder

langkah pertama, buka lampu rem. ini agak tricky juga karena agak keras (kalo gak tau triknya). begini kira2 cara gampangnya:

1. buka 2 baut atas n bawahpake kunci 10mm (fig 2)

fig 2. buka 2 buah baut dengan kunci 10mm

2. tarik sedikit ke arah luar (fig 3), ini akan memberi celah untuk tarikan selanjutnya.

fig 3

3. tarik bagian atas ke arah kita (fig 4) sampai bunyi “klek”. ini akan melepas lock bagian atas.

fig 4

4. kemudian tarik bagian bawah ke arah atas (fig 5) sampai bunyi “klek” juga. ini akan membuka lock bagian bawah sekaligus melepas lampu.

fig 5

5. bentuk locknya seperti ini kalo pada ragu (fig 6&7).

fig 6

fig 7

6. bagian belakang lampu bentuknya seperti ini (fig 8), udah ada tempat buat lampu tambahan, tapi belum dibolongin.

fig 8. lampu yg akan diaktifkan sudah ada tempatnya. tp blm bolong

sekarang, tiba pada bagian bolong membolong. asiiikk…

1. misi pertama adalah bikin pilot hole untuk guide waktu ngebor. pertama2, potong tonjolan ditengah bagian yg mo dibolongi (fig 9). kemudian solder sedikit hanya untuk bikin pilot hole (fig 10 & 11).

fig 9. potong tongolan di tengah2nya dengan side cutter

fig 10. panasin dikit buat guide ngebor

fig 11. pilot hole bekas solderan

2. selanjutnya bor dulu dgn mata bor 6mm untuk pilot hole selanjutnya (fig 12)

fig 12. setelah dibor dgn mata bor 6mm

3. lalu.. lalu.. borlah hati2 dengan hole saw 1″ (fig 13). lakukan secara bertahap. selalu bersihkan kotoran plastik bekas potongan hole saw, karena jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut bisa meleleh karena panas gesekan hole saw dan menempel pada lampu yg membuat hasil potongan jadi gak rapi. ini hasilnya setelah dibolongin (fig 14).

fig 13. hole saw 1 inch, attached to the drill

fig 14. hasilnya setelah dibolongin

4. potong 3 tonjolan yg ada dengan cutter (fig 15)

fig 15. potong ketiga tongolan dengan cutter supaya gak mentok sama socketnya

5. kemudian, dengan kikir, buat lekukan untuk dudukan socket sesuai dengan socketnya (fig 16).

pic 16. kikir pingir2 lubang mengikuti bentuk socket agar "turn lock" socket bisa duduk sempurna.

7.sambung kabel dengan aturan sebagai berikut (fig 17 & 18) dengan cara mengupas sedikit kabel lampu rem utama, mencangkokkan kabel socket dan menutup dengan electrical tape (fig 19).

fig 17. kaki lampu rem double (rem + lampu kecil)

fig 18. warna kabel rem livina dan fungsinya

fig 19. cangkokkan kabel dari socket ke lampu rem utama. lalu bungkus dengan electrical tape

8. pasang socket baru ketempatnya. sebaiknya tambahkan sealant disekelilingnya agar air gak masuk (fig 20).

fig 20. kembalikan semua lampu ketempat semula. beri sedikit sealant di pinggir2 socket tambahan

9. oiya, jgn lupa ditest dulu sebelum disealant n dipasang kembali.

10. kalo gw, konfigurasinya, lampu kecil nyala atas dan bawah. lampu rem hanya nyala yg bawah. hasilnya seperti inilah kira2 (fig 21 & 22).

fig 21. ketika direm, yang nyala jadi baris yg paling bawah aj

fig 22. ketika lampu kecil nyala, lampu baris atas n bawah nyala bersamaan. gambar ini ketika lampu kecil nyala dan rem ditekan.

Pasang lis krom di tail lamp 18 January 2010

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , ,
add a comment

iseng2 lagi, biar buntut ipin ga std tp ga pasaran, pengen coba tail lamp atawa stop lamp nya dipasangin lis kyk jazz noblesse (fig 1),

fig 1. noblesse ge8

atau bawaan orinya mercy s250 (fig 2).

fig 2. mercedes S250

bahan2 yang dibutuhkan yaitu:

– lis krom meteran tebal 8mm

– stiker item (karena si ipin warna item), yang biasa dipake buat motor n bisa dibeli di pinggir jalan.

– double tape 3m (kalo bisa yg abu2 n plastiknya bungkusnya warna merah, karena bentuknya kenyal kyk permen karet).

– sealant.

– cutter yg gede.

sebelum dicoba langsung ke bahan2 aslinya, gw coba2 dulu ukuran yang paling pas, pake electrical tape hitam plus stiker krom. setelah diliat2, didapat ukuran paling pas yaitu tebal lis hitamnya 2,5cm.

lis hitam

fig 3. lis hitam

langsung de, stiker itemnya dipotong dgn tebal 2.5cm dengan panjang secukupnya untuk menutupi lebar tail lamp sejumlah 4 buah. setelah dibersihin tail lampnya, tempelin stikernya. biar lurus, bisa make pattern kotak2 kecil di bagian putih mika (lampu mundur n sein). kira2 hasilnya seperti ini (fig 3). selanjutanya tempel lis krom di atas dan bawah dari masing2 lis. kita ambil satu contoh, bagian kiri paling atas (fig 4).

pasang lis

fig 4. guide pasang lis krom

potong lis krom secukupnya, buka double tapenya (double tape bawaan lis krom), lalu tempel tepat diatas lis hitam. lalu gores dengan cutter sesuai dengan ujung tail lamp untuk guide memotong. kemudian, lepas lagi lis kromnya. potong lis krom dengan rapi menggunakan cutter yg besar (bladenya kaku dan kuat sehingga potongan bisa rata, kalo cutter kecil bladenya lentur). kemudian lepas double tape bawaannya. selanjutnya potong double tape 3m memanjang dengan tebal 7mm (kira2 aj lah). bisa dengan cara memotong langsung double tape menjadi 3 bagian ketika masih dalam gulungannya. kemudian tempelkan di lis krom yg sudah kita potong tadi. nah, karena ujung lampu ipin melengkung (fig 5),

fig 5. profil tail lamp ipin yg melengkung agak tajam di ujung

double tape saja gak akan kuat buat menempel, maka dari itu kita butuh bantuan sealent diujungnya (fig 6). jadi, pada ujung lis krom, sisakan

fig 6. letakkan sedikit sealent pada ujung lis krom, untuk mengatasi lengkungan pada ujung lampu

sedikit bagian yang tidak tertempel double tape dan tambahkan sealant.

lakukan hal ini pada atas dan bawah semua lis hitam. jadi deh, noblesse ipin (fig 7).

noblesse ipin

fig 7. noblesse ipin. hehehe :p

hehehe.. lumayan.. gak pasaran. daripada ditempel garnish2 krom, dah banyak yg punya ๐Ÿ™‚

Membuka door trim 28 December 2009

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , , ,
9 comments

Buka door trim livina gampang2 susah. kalo belom tau ya susah, ati2 gampang patah penutup handlenya. kalo udah tau ya gampang ๐Ÿ™‚ .

dibawah ini adalah contoh cara membuka door trim kanan depan. pertama2 yang harus dilakukan adalah membuka tutup handle pintu.ini adalah bagian tersulit. karena cantolan tutup gampang patah. congkel dari arah dalam keluar. congkel pake obeng minus tipis yang dilapisi rag atau kain majun, ato kain apa deh. tp jgn tissue krn gampang robek. pertama congkel ke arah kita yg atas (fig 1), yang samping (fig 2),ย  yang bawah (fig 3). hati2 n pelan2 supaya gak patah cantolannya.

fig 1. congkel bagian atas ke arah kita

fig 2. congkel bagian samping ke arah kita

fig 3. congkel bagian bawah ke arah kita

fig 4. tampak belakang penutup handle

kedua, congkel tutup baut di tempat tarikan pintu (fig 5). terus buka deh bautnya (fig 6).

buka tutup screw

fig 5. buka tutup screw

buka screw

fig 6. buka sekrupnya

kemudian tarik ke atas, mulai dari tarikan pintu. ati2 ngangkatnya jangan sampe ngebaret plastik door trimnya (fig 7).

tarik pegangan

fig 7. tarik pegangan ke atas. harus dimulai dari belakang karena di depan ada pengaitnya. ati2 jangan ngebaret plastik trim di sebelah kanannya.

abis itu, cabut socket power window sama door locknya dengan menekan locknya (sori lupa dipoto ๐Ÿ™‚ ).

abis itu buka tutup hitam dibelakang spion. tarik ke arah kita secara perlahan tapi pasti (fig 8).

fig 8. tarik penutup hitam dibelakang spion ke arah kita. do it soflty n gently ๐Ÿ™‚

abis itu buka deh door trimnya. tarik ujung2nya ke arah kita mulai dari bawah lalu ke samping2 (fig 9). setelah lock2 nya pada lepas, angkat bagian bawahnya dan dorong ke atas. beres deh, door trim terlepas. simpan trim ditempat aman dalam posisi tegak supaya gak baret.

fig 9. tarik lock2 door trimnya mulai dari bawah lalu ke samping kiri dan kanan, lalu tarik ke atas.

opened door trim

Pintu yang telah terlepas dari door trimnya

Melepas Laci Livina 26 December 2009

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , , , ,
add a comment

Buat yang mau ngelepas laci livina,untuk berbagai keperluan seperti masang kabel buat audio, atau mau masang laci tambahan di tempat airbag yang tidak terpakai, caranya gampang bgt. Cukup lepas 6 baut ( 4 di atas dan 2 di bawah) pake obeng plus/phillips.

buka laci

buka laci, lalu buka empat baut di bagian atas, lalu dua di bawah

buka baut kiri bawah

buka baut kiri bawah

buka baut kanan bawah

buka baut kanan bawah

tarik

tarik laci

laci

laci yang terlepas

Laci custom untuk menambah storage livina banyak dijual dipasaran. ada yang bertutup (kisaran rp 400.000, rapi n sewarna, pengen beli tp mahal yah. nabung dulu) dan ada yang model tidak bertutup. kira2 seperti foto dibawah kalo mau ngelepas tutup tempat airbag. gak susah koq.

tampak bawah, dalam dashboard

tampak bawah, dalam dashboard. buat gambaran kalo mau bongkar2 tempat airbag buat laci tambahan

Iseng-iseng 14 December 2009

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , , , ,
2 comments

tiba saatnya test drivenya ni ipin. overall, handlingnya enak, suspensi lumayan empuk, suaranya juga kedap. matiknya? hmm.. gmn yah? menurut gw kurang sip. baru setengah injek udah keburu kick down duluan. jadi kalo tadinya pengen ngebut nanggung buat nyalip angkot, eh malah narik n ngebut bgt. fiuh.. untung gak nubruk nenek2. tapi mgkn krn belum biasa aj yah. trus.. AC nya, seperti kebanyakan orang2 komplain tentang grand livina, dingin bgt! nyala no 1 aja udah kenceng bgt, kyk no 2 di mobil2 lain. mungkin biar semburan ACnya nyampe ke belakang. alhasil kalo masih pagi ato malem harus matiin ac klo udah kedinginan, walaupun termostat udah paling kecil. kurangnya lagi, si ipin minim sama storage. jadi bingung kalo mo nyimpen duit receh sama duit toll. lalu kursi supir gak bisa naik turun, sama seatbelt gak bisa naik turun. cuma setir aj yg bisa naik turun a.k.a tilt steering. kalo bini gw betenya di sun visor, kagak ada vanity mirrornya. jadi kgk bisa ngaca dah. mesti masuk proyek pengadaan nih.

saatnya isi bensin. dari 1/4 tangki diisi 100rb, cuma naik 1/2 lebih dikit. gede juga nih tangki ipin. pengen full tank ga punya duit :p. selanjutnya jalan2 pulang pergi kantor buat ngitung kasar konsumsi BBM si ipin. tar klo dah ada hasilnya tak laporin.

trus.. trus.. pas lagi enak2 nyetir, disaliplah sama nissan latio. hmm.. keren juga. timbul ide, bisa ditiru nih tampilan depannya. FYI, buat yg blm tau nissan latio tuh kyk apa, bisa diliat dibawah.

nissan latio

nissan latio bersama mbak2

duh, gak terlalu kliatan yah tampak mukanya gara2 ketutupan sama mbak2nya. ini deh gw upload lg :D.

nissan-latio-front

nissan-latio-front

grillnya dipakein list chrome atas sama bawah. bisa ditiru deh dengan ngecat item grill depan ipin, trus dipasangin list chrome meteran. setelah dipikir2, sayang ah ngecet item grill depan ipin, lagian mahal ngecetnya. kalo pake cet kaleng, kyknya bakal gmpg ngelotok. kalo ganti pake grill ultimate, kagak ada duit. lagian udah pasaran :p . jadi dibiarkan abu2 seperti apa adanya aj.

list chrome add on

list chrome add on

kira2 kyk gini deh tampilannya setelah ditempelin list chrome 12mm. tapi double tapenya kudu diganti 3M biar rapet. kalo kagak, dipake nyuci sekali dijamin kagak selamet dah tuh krom. trus tambahin ring fog lamp chrome bikin jadi dangdut kagak siy? ah udah ah biarin pasang aj, dah terlanjur kebeli ๐Ÿ™‚ . tadinya sih niatnya biar mirip2 sama abangnya, nissan elgrand :p . pengen beli foglampnya kgk punya duiiiiit… hehehehe.. . sama handle pintu dilapis chrome biar cakep kyk yg 1.8L. pengen ganti handel yg chrome 300rb satu set, kemahalan. mending cari yg kondom aj merk j/s/l, rapi n ngeplak dipasangnya.

elgrand

nissan elgrand

bersambung…

Melapisi foot rest 14 December 2009

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags: , ,
add a comment
footrest standard

footrest standard tanpa pelindung. kalo kena tanah atau kotoran lumayan repot bersihinnya

Ruang kaki si grand livina lumayan luas n nyaman. dan udah dilengkapi dengan foot rest. tapi sayangnya footrestnya gak ditutupi plastik atau alas karet n juga gak terlindungi sama si karpet. jadinya kalo sendal abis nginjek tanah becek, bisa berabe, soalnya karpet dasarnya warna mocca n gampang bgt kotor.

Nah, biar gak kotor mending aye tutup aje. kebetulan aye punya karpet karet kotak nganggur di gudang. tinggal dipotong deh, ukuran 8 x 21 cm. trus bagian belakangnya di kasi aica aibon n ditempel double tape. pake double tape supaya masih bisa dicabut kalo pgn distandarin lg. pake aica aibon supaya double tapenya bisa lengket ke karpet karet tadi :p.

karet penutup

potong karpet karet atau karpet apapun ukuran 8x21 cm

tapi ternyata dasar ni karpet murahan, begitu kena aibon ni karpet melengkung kena solventnya. terpaksa dipress dulu deh pake galon aqua sambil nunggu kering.

setelah kering, tinggal kletek double tapenya, trus tempel deh di footrest si ipin. karpet dasar pun aman dari kotoran dari sendal jepit. fiuh..

penutup footrest

footrest setelah ditutup karet

Si Ipin datang 14 December 2009

Posted by kaputre in Project Ipin.
Tags:
1 comment so far
Standard GL 1.5XV

GL yg masih cupu

Si ipin a.k.a Grand Livina 1.5 XV AT 09 untuk menggantikan kedudukan si Avanza G akhirnya dateng juga. thanks to mbak shinta. lho? siapa tuh mbak shinta? (FYI: mbak shinta itu mbak2 SPG yg ngejual ni ipin ke kita, mo tau fesbuknya? gw juga pengen ๐Ÿ™‚ ).

tapi koq, setelah diliat2, ni mobil std bgt ya? sama bgt sama mobil kebanyakan. gatel bgt pgn ngutak-ngatik ni mainan baru, biar beda sama punya orang2. hihihi… ๐Ÿ˜€

nantikan series dari modifikasi si ipin di post gw slanjutnya.. ๐Ÿ™‚ atau kalo ada ide n saran, silahkan disumbangkan..